Webinar Memperingati Hari Bumi 2021, Ini Sambutan Ganjar
Penulis Redaksi Sigijateng - 22 April 2021
Memperingati Hari Bumi 22 April 2021, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerjasama dengan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Institute for Essential Services Reform (IESR), PT PLN dan PT Ungaran Sari Garment menggelar seminar Parade Hari Bumi ke 51 secara online atau webinar, Kamis (22/4/2021).
Seminar dibuka oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah dan diikuti oleh berbagai perusahaan dan instansi. Tema utama seminar Restore Our Earth For Better Future.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan tekanan terhadap bumi makin luar biasa sehingga perlu kearifan untuk mengelola, menata, dan memulihkan. Hari bumi ini merupakan momentum bersama yang tepat untuk membangun kesadaran itu.
Menurut Ganjar, baik-buruknya kondisi bumi ke depan bergantung pada bagaimana manusia mengolahnya. Secara logika ketika tidak bisa mengolah dengan baik maka kondisi bumi akan makin buruk. Keburukan itu sendiri sudah muncul sejak revolusi industri dengan pemanfaatan energi fosil secara masif. Ditambah lagi ekploitasi lingkungan dan gas buang yang menjadi polusi.
“Beberapa bencana alam yang terjadi belakangan ini banyak yang mengatakan karena faktor perubahan iklim dan adanya La Nina. Namun jika ditarik lagi perubahan iklim kemudian ada longsor hingga banjir bandang itu bisa jadi karena kita,” kata Ganjar saat membuka webinar peringatan hari bumi dengan tema “Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan” di Ruang Kerjanya, Kamis (22/4/2021).
Eksploitasi sumber daya alam itu harus dikendalikan dengan regulasi. Kemudian seluruh ilmu pengetahuan dan peralatan bisa digunakan termasuk mulai beralih ke energi baru terbarukan sehingga tidak banyak terjadi polusi.
“Ini penting karena banyak potensi energi baru terbarukan seperti matahari, panas bumi, ini musti kita dorong. Pelan-pelan kita harus mulai meninggalkan energi fosil. Ini yang kita harapkan ada satu proses percepatan. Gas alam kita banyak, di Jawa Tengah itu ada gas rawa yang bisa digunakan oleh masyarakat dan sangat aplikatif,” kata Ganjar.
Solusi Bangun Indonesia memaparkan pengalaman mengenai pengelolaan penambangan yang ramah lingkungan ( Best Mining Practice ) untuk penambangan batu kapur di Nusakambangan dan Tanah Liat di Jeruklegi Kabupaten Cilacap.
“ Best Mining Practice yang kami lakukan dimulai dari perencanaan , implementasi sampai pasca tambang , pengelolaan lingkungan yang baik sesuai regulasi adalah bagian dari triple bottom line yang kami implementasikan agar keseimbangan antara planet ( lingkungan ) people ( masyarakat ) dan profit ( perusahaan ) bisa berjalan berkelanjutan ( sustain ),” kata Lilik Unggul Raharjo, Direktur Manufacturing Solusi Bangun Indonesia.
Selain reklamasi atau menghijaukan kembali area bekas tambang , Solusi Bangun Indonesia sedang mengembangkan konversi area bekas tambang tanah liat menjadi area tanaman buah yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Sampai tahun 2021 ,area pasca tambang batu kapur yang telah dihijaukan mencapai 62 hektar dengan 39.800 pohon asli Nusakambangan dan 45 hektar dengan 37.437 pohon di area pasca tambang tanah liat di Jeruklegi.
Selain itu, Solusi Bangun Indonesia juga memiliki berbagai inisiatif menciptakan berbagai peluang untuk pengembangan kemandirian masyarakat sekitar area operasional, serta membantu Pemerintah dalam mengatasi masalah sampah perkotaan melalui RDF (Refuse Derived Fuel).
Fasilitas pengolahan sampah atau RDF di Cilacap memiliki kapasitas 120-150 ton sampah segar per hari, dengan teknologi bio-drying sampah basah dengan kadar air diatas 50 % yang dapat dikeringkan menjadi 20% – 25%.
Saat ini fasilitas pengelolaan sampah telah beroperasi penuh setelah di resmikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Bpk Luhut Binsar Panjaitan pada 21 Juli 2020, dan menjadi contoh pengelolaan sampah menjadi bahan bakar pertama di Indonesia.
Fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu yang pertama di Indonesia ini merupakan milik Pemerintah Kabupaten Cilacap yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Pemerintah Kerajaan Denmark melalui program ESP3, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta SBI yang ditunjuk sebagai operator. (aris)
Sumber : https://sigijateng.id/2021/webinar-memperingati-hari-bumi-2021-ini-sambutan-ganjar/